Kamis, 26 Maret 2009
TUGAS ETIKA PROFESI
OLEH : SUSIYANTI
NOBP : 06097014
Etika adalah:
Ilmu yang membahas perbuatan baik dan perbuatan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia .
Tujuan mempelajari Etika
Untuk mendapatkan konsep yang sama mengenai penilaian baik dan buruk bagi semua manusia dalam ruang dan waktu tertentu.
Yang dimaksud dengan baik adalah
Sesuatu hal dikatakan baik bila ia mendatangkan rahmat, dan memberikan perasaan senang, atau bahagia (Sesuatu dikatakan baik bila ia dihargai secara positif).
Yang dimaksud dengan buruk adalah
Segala yang tercela. Perbuatan buruk berarti perbuatan yang bertentangan dengan norma‐norma masyarakat yang berlaku.
Cara penilaian baik dan buruk .
Menurut Ajaran Agama, Adat Kebiasaan, Kebahagiaan, Bisikan Hati (Intuisi), Evolusi, Utilitarisme, Paham Eudaemonisme, Aliran Pragmatisme, Aliran Positivisme, Aliran Naturalisme, Aliran Vitalisme, Aliran Idealisme, Aliran Eksistensialisme, Aliran Marxisme, Aliran Komunisme. Kriteria perbuatan baik atau buruk yang akan diuraikan di bawah ini sebatas berbagai aliran atau faham yang pernah dan terus berkembang sampai saat ini.
Faham Kebahagiaan (Hedonisme)
“Tingkah laku atau perbuatan yang melahirkan kebahagiaan dan kenikmatan/kelezatan”. Ada tiga sudut pandang dari faham ini yaitu
(1) hedonisme individualistik/egostik hedonism
yang menilai bahwa jika suatu keputusan baik bagi pribadinya maka disebut baik, sedangkan jika keputusan tersebut tidak baik maka itulah yang buruk;
(2) hedonisme rasional/rationalistic hedonism
yang berpendapat bahwa kebahagian atau kelezatan individu itu haruslah berdasarkan pertimbangan akal sehat; dan
(3) universalistic hedonism
yang menyatakan bahwa yang menjadi tolok ukur apakah suatu perbuatan itu baik atau buruk adalah mengacu kepada akibat perbuatan itu melahirkan kesenangan atau kebahagiaan kepada seluruh makhluk.
Bisikan Hati (Intuisi)
Bisikan hati adalah “kekuatan batin yang dapat mengidentifikasi apakah sesuatu perbuatan itu baik atau buruk tanpa terlebih dahulu melihat akibat yang ditimbulkan perbuatan itu”. Faham ini merupakan bantahan terhadap faham hedonisme. Tujuan utama dari aliran ini adalah keutamaan, keunggulan, keistimewaan yang dapat juga diartikan sebagai “kebaikan budi pekerti”
Evolusi
Paham ini berpendapat bahwa segala sesuatu yang ada di alam ini selalu (secara berangsur‐angsur) mengalami perubahan yaitu berkembang menuju kearah kesempurnaan.
Dengan mengadopsi teori Darwin (ingat konsep selection of nature, struggle for life, dan survival for the fittest) Alexander mengungkapkan bahwa nilai moral harus selalu berkompetisi dengan nilai yang lainnya, bahkan dengan segala yang ada di alam ini, dan nilai moral yang bertahanlah (tetap) yang dikatakan dengan baik, dan nilai‐nilai yang tidak bertahan (kalah dengan perjuangan antar nilai) dipandang sebagai buruk.
Paham Eudaemonisme
Prinsip pokok faham ini adalah kebahagiaan bagi diri sendiri dan kebahagiaan bagi orang lain. Menurut Aristoteles, untuk mencapai eudaemonia ini diperlukan 4 hal yaitu
(1) kesehatan, kebebasan, kemerdekaan, kekayaan dan kekuasaan,
(2) kemauan,
(3) perbuatan baik,
(4) pengetahuan batiniah.
Aliran Pragmatisme
Aliran ini menititkberatkan pada hal‐hal yang berguna dari diri sendiri baik yang bersifat moral maupun material. Yang menjadi titik beratnya adalah pengalaman, oleh karena itu penganut faham ini tidak mengenal istilah kebenaran sebab kebenaran bersifat abstrak dan tidak akan diperoleh dalam dunia empiris.
Aliran Naturalisme
Yang menjadi ukuran baik atau buruk adalah :”apakah sesuai dengan keadaan alam”, apabila alami maka itu dikatakan baik, sedangkan apabila tidak alami dipandang buruk. Jean Jack Rousseau mengemukakan bahwa kemajuan, pengetahuan dan kebudayaan adalah menjadi perusak alam semesta.
Aliran Vitalisme
Aliran ini merupakan bantahan terhadap aliran naturalisme sebab menurut faham vitalisme yang menjadi ukuran baik dan buruk itu bukan alam tetapi “vitae” atau hidup (yang sangat diperlukan untuk hidup). Aliran ini terdiri dari dua kelompok yaitu ;
(1) vitalisme pessimistis (negative vitalistis)
(2) vitalisme optimistis.
Kelompok pertama terkenal dengan ungkapan “homo homini lupus” artinya “manusia adalah serigala bagi manusia yang lain”.
Sedangkan menurut aliran kedua “perang adalah halal”, sebab orang yang berperang itulah (yang menang) yang akan memegang kekuasaan. Tokoh terkenal aliran vitalisme adalah F. Niettsche yang banyak memberikan pengaruh terhadap Adolf Hitler.
Aliran Gessingnungsethik
Diprakarsai oleh Albert Schweitzer, seorang ahli Teolog, Musik, Medik, Filsuf, dan Etika. Yang terpenting menurut aliran ini adalah “penghormatan akan kehidupan”, yaitu sedapat mungkin setiap makhluk harus saling menolong dan berlaku baik. Ukuran kebaikannya adalah “pemelihataan akan kehidupan”, dan yang buruk adalah setiap usaha yang berakibat kebinasaan dan menghalangi‐halangi hidup.
Aliran Idealisme
Sangat mementingkan eksistensi akal pikiran manusia sebab pikiran manusialah yang menjadi sumber ide. Ungkapan terkenal dari aliran ini adalah “segala yang ada hanyalah yang tiada” sebab yang ada itu hanyalah gambaran/perwujudan dari alam pikiran (bersifat tiruan). Sebaik apapun tiruan tidak akan seindah aslinya (yaitu ide). Jadi yang baik itu hanya apa yang ada di dalam ide itu sendiri.
Aliran Eksistensialisme
Etika Eksistensialisme berpandangan bahwa eksistensi di atas dunia selalu terkait pada keputusan‐keputusan individu, Artinya, andaikan individu tidak mengambil suatu keputusan maka pastilah tidak ada yang terjadi. Individu sangat menentukan terhadao sesuatu yang baik, terutama sekali bagi kepentingan dirinya. Ungkapan dari aliran ini adalah Truth is subjectivity” atau kebenaran terletak pada pribadinya maka disebutlah baik, dan sebaliknya apabila keputusan itu tidak baik bagi pribadinya maka itulah yang buruk.
Aliran Marxisme
Berdasarkan “Dialectical Materialsme” yaitu segala sesuatu yang ada dikuasai oleh keadaan material dan keadaan material pun juga harus mengikuti jalan dialektikal itu. Aliran ini memegang motto “segala sesuatu jalan dapatlah dibenarkan asalkan saja jalan dapat ditempuh untuk mencapai sesuatu tujuan”. Jadi apapun dapat dipandang baik asalkan dapat menyampaikan/menghantar kepada tujuan
Kesimpulannya:
Setiap orang yang memiliki etika pastilah di dalam kehidupannya orang tersebut tidak akan munafik, ini disebabkan karena setiap tingkah laku atau perbuatan yang dilakukan tidak melihat kepada orang tetapi atas kesadaran terhadap diri sendiri. Apakah yang dikerjakan sudah sesuai dengan norma-norma yang berlaku di dalam kehidupan masyarakat.
Disini sangat ditekankan sekali mengenai kesadaran atas diri sendiri, apabila kita sudah sadar dengan apa yang kita perbuat tentu semua yang dilakukan akan selalu berdasarkan pada koridor yang berlaku di tengah masyarakat.
Referensi :
materi kuliah Etika & Profesi Teknik Informatika oleh Dr. Budi Hermana
Rabu, 25 Februari 2009
TUGAS IMK SUSIYANTI/06097014
Instruksional Televisi dan Video Teletraining Suatu Pengantar Tele Edukasi
Tele Edukasi
Tele edukasi dikenal juga dengan istilah; distance learning, tele education, belajar jarak jauh. Pengertian tele edukasi adalah suatu kegiatan edukasi, dengan pengajar dan peserta didik yang terpisah secara geografis, karena itu sangat bertumpu pada perangkat elektronis dan komunikasi serta penyajian materi. Konsep tele edukasi, sebenarnya sudah lama dikenal masyarakat, namun implementasinya masih sangat sulit. Hal ini disebabkan;
- Tuntutan teknologi yang tinggi, yang tentu saja mahal harganya. Teknologi yang mendasar adalah, sistem video dan audio (dapat dilakukan lewat PC) dan teknologi komunikasi.
- Diperlukannya sumber daya yang dengan tingkat kompabilitas yang tinggi untuk dapat manangani teknologi di atas.
- Diperlukan kemampuan pengajar dalam menyajikan materi yang dapat ditangkap dengan lebih mudah, bahkan penyampaian materi yang bagus sangat membantu para peserta didik.
- Peserta didik harus mempunyai kemauan yang tinggi untuk mengikuti materi/kelas, mengingat kurangnya fungsi kontrol dari para pengajar jika dibandingkan dengan kondisi di kelas.
Beberapa media yang digunakan dalam tele edukasi, seperti jurnal, tulisan-tulisan, artikel, buku, video, computer based training, dapat digunakan sewaktu-waktu.
Adapun bentuk layanan yang dapat digunakan untuk memberikan tele edukasi tersebut adalah Instruksional Televisi dan Video Teletraining. Instruksional Televisi (Instructional Television/ITV) dan Video Teletraining memiliki metoda transmisi dan kualitas suara dan gambar yang sangat berbeda
Instruksional Televisi
ITV disalurkan melalui satelit dengan uni-direksi untuk video, dan bi-direksi untuk audio program. Penerima-penerima (receiver) dapat diletakan di daerah-daerah industri / perkantoran, preguruan tinggi-perguruan tinggi, atau di lokasi-lokasi berkumpulnya masyarakat / kepadatan populasi yang tinggi. Dengan menggunakan uni-direksi untuk video, maka para peserta didik dapat melihat pengajar, tetapi pengajar tidak dapat melihat para peserta didik. Sedangkan bi-direksi untuk audio, dengan responder untuk audio menggunakan saluran telepon atau sistem responder elektronik lainnya,
Program-program semesteran di perguruan tinggi dan program-program pengembangan profesional dan kursus-kursus, dengan keunggulan dapat menayangkan pengajar yang terkemuka, dapat ditayangkan lewat program ITV.

Gambar 1 - Jaringan ITV di Amerika (Sumber: "Linking for Learning", Office of Technology Assessment, 1989)
Video Teletraining
Video Teletraining dan video konferensi (dengan kebutuhan untuk meeting) menggunakan bermacam-macam teknologi telekomunikasi untuk melakukan koneksi dengan berbagai tempat dengan biaya yang jauh lebih rendah dari pada menggunakan satelit. Setiap sisi tempat yang terhubung dengan jaringan ini dapat berfungsi sebagai sisi penerima mau pun sisi pengirim selama suatu konferensi berlangsung.Untuk video, menggunakan bi-direksi; yaitu setiap orang di semua sisi dapat melihat satu dan lainnya, tergantung dari siapa yang sedang berbicara. Audio juga menggunakan bi-direksi. Setiap orang di semua sisi dapat mendengar orang yang sedang berbicara, dan setiap orang di semua sisi dapat berbicara.

Gambar 2 - Sebuah Jaringan Interatif, di mana setiap perserta dapat saling mendengar dan melihat
Perbandingan
Perbedaan teknis antara ITV dengan video teletraining secara umum dapat ditinjau dari :
- perangkat di sisi pemancar dan penerima
- jumlah terminal penerima yang dapat menerima program pada saat bersamaan
- kualitas gambar dan suara
Berikut ini adalah tabel perbedaan antara ITV dengan video teletraining
| IT V | Video Teletraining |
| Perangkat di sisi pengajar | |
| Sebuah studio atau ruang kelas yang khusus, yang terpisah dari ruang personal produksi. Pengajar dapat menggunakan TelePromp Ters dan microphone – earphone wireless. | Standar perangkat video teletraining (monitor, kamera¸panel kontrol, VCR, dan perangkat lainnya), terletak di dalam ruang konferensi atau di ruang kelas. |
| Perangkat di sisi peserta didik | |
| Sebuah ruang kelas dengan monitor dinding Telepon, fax, atau perangkat sistem respons lain (seperti touch pad) yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan pengajar. | Beberapa perangkat yang sama dengan perangkat di ruang pengajar. |
| ITV | Video Teletraining |
| Jumlah terminal penerima yang dapat menerima program pada saat bersamaan | |
| Secara virtual tidak terbatas. Setiap orang yang berada di dalam area cakupan dari satelit, dan dapat menerima siaran dengan baik. | Jumlah dibatasi oleh vendor dan kemampuan perangkat. |
| Kualitas gambar dan suara | |
| Biasa menggunakan uni-direksi untuk video dan bi-direksi untuk audio. Peserta didik dapat melihat pengajar, pengajar tidak dapat melihat peserta didik. Pengajar dapat mendengar satu panggilan dari peserta didik, kecuali dilengkapi dengan suatu fasilitas komunikasi telepon. | Bi-direksi video, dan uni-direksi. Jika hanya dua lokasi yang terhubung, pengajar dan peserta didik dapat saling mendengar dan saling melihat selama saling terhubung. Jika lebih dari dua lokasi yang terhubung, pengajar dan peserta didik dapat saling mendengar dan melihat pada waktu tertentu saja. |
Keuntungan
Sebenarnya konsep tele edukasi ini muncul karena didorong oleh beberapa faktor yaitu;
- Menumbuhkan suatu lingkungan dan metoda edukasi yang membutuhkan dana relatif sedikit.
- Membuka sumber daya (materi, pengetahuan, manusia) sehingga dapat lebih digunakan oleh banyak orang (resources sharing).
- Memberikan suatu alternatif pertemuan antara pengajar dengan peserta didik yang lebih mudah (tidak dibatasi tempat dan alokasi waktu lebih mudah disesuaikan).
- Meminimisasi masalah administrasi dan manajerial yang sering didapati dalam institusi pendidikan pada umumnya, seperti masalah kuantitas peserta didik, masalah pembayaran, masalah penugasan bagi peserta didik, masalah absensi.
- Dapat memberikan suatu tayangan yang lebih luas lagi (tidak dibatasi ruang kelas), seperti dalam pembahasan dunia industri dapat menampilkan suatu daerah industri yang akan dibahas di kelas.

Gambar 3- Sistem Transmisi Jason (Sumber: National Science Teachers Association, JASON Curriculum, "Linking for Learning", Office of Technology Assessment 1989)
Konferensi
Di dalam mengimplementasikan suatu konferensi dapat dilakukan dengan: konferensi point to point, di mana hanya ada 2 lokasi yang melakukan konferensi dan konferensi multipoint, di mana ada 3 lokasi atau lebih yang melakukan konferensi.
Konferensi Point to Point
Point to Point sering digunakan untuk kelas-kelas.
- Hanya dua lokasi peserta yang terhubung.
- Masing-masing peserta dapat saling melihat dan mendengar, keduanya dapat saling mengirim dan menerima sinyal video dan audio pada saat yang sama.

Gambar 4 - Konferensi Point to Point
Konferensi Multipoint
Konferensi
- Setiap peserta dapat mendengar peserta lain setiap saat, dan setiap lokasi dapat melihat peserta lain pada suatu saat.
- Multipoint Control Unit (MCU), merupakan perangkat yang melakukan fungsi switching untuk audio dan video dari setiap peserta. Di Amerika, MCU disediakan oleh long-distance (seperti; MCI, Sprint, atau AT&T). Dua MCU dapat dihubungkan secara bertingkat

Gambar 5 -
Kesimpulan
Penggunaan tele edukasi, sangat membantu untuk memberikan layanan edukasi kepada masyarakat.
Daftar Pustaka
- GAO, Video Teletraining Guide, 1997.
- Alan G. Chute & Kate M. Gulliver, Distance Education and Partnerships: Tools for the Future, March 1996.q
Oleh: Arief Hamdani Gunawan
Bekerja di : Laboratorium Jaringan Lokal Akses Fiber
Fiber Access Network Engineer
Divisi Riset Teknologi Informasi - Div.RisTI (R & D Division)
Jl. Gegerkalong Hilir No. 47 , Bandung 40152 , Indonesia
E-mail: hamdani@risti.telkom.co.id
Artikel lain: Mengoptimalkan Multimedia sebagai Sarana Mencerdaskan Bangsa
